KETUA DPD (WIB) WAKTU INDONESIA BERGERAK TAPANULI SELATAN “TEGAS” MENOLAK RENCANA PT TAMBANG EMAS BATANG TORU BEROPERASI KEMBALI

Ketua DPD Perkumpulan Waktu Indonesia Bergerak (WIB) Kabupaten Tapanuli Selatan Burhanuddin Hutasuhut, Selasa (17/2/2026) menyampaikan penolakan tegas terhadap rencana PT Agincourt Resources (PT AR) untuk kembali beroperasi di wilayah Tapanuli Selatan. Pernyataan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap keputusan pemerintah yang sebelumnya telah mencabut izin operasi perusahaan tersebut.
Burhanuddin menjelaskan bahwa penghentian aktivitas tambang di kawasan tersebut sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat, mengingat wilayah ini memiliki potensi risiko bencana alam yang tinggi.
“Kami mendukung kebijakan pemerintah yang mencabut izin operasional PT AR. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan dan mengurangi risiko bencana di wilayah Tapanuli Selatan,” ujarnya.
Menurut Burhanuddin, aktivitas pertambangan yang dilakukan PT AR di kawasan ini telah berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan, seperti terjadinya deforestasi dan pencemaran, serta memberikan pengaruh yang tidak baik terhadap kehidupan masyarakat sekitar.
Keputusan pemerintah mencabut izin PT AR diambil setelah terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Tapanuli Selatan yang menyebabkan kerusakan pada permukiman masyarakat dan menimbulkan korban jiwa. Burhanuddin juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung upaya perlindungan lingkungan serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di daerah tersebut.
Sebelumnya, pada 20 Januari 2026 pemerintah telah mengumumkan pencabutan izin usaha bagi 28 perusahaan tambang dan kehutanan, termasuk PT AR yang mengelola tambang emas Martabe. Sedangkan pada 6 Desember 2025, Kementerian Lingkungan Hidup telah menghentikan operasional PT AR setelah ditemukan dugaan perusahaan tersebut menjadi salah satu biang kerok bencana alam di daerah tersebut. Namun, PT AR menyatakan bahwa bencana yang terjadi tidak serta-merta disebabkan oleh aktivitas operasional mereka. Belakangan, muncul suara Tokoh Muda Tapsel Umar Halomoan Daulay Minta Pemerintah Izinkan PT Agincourt Resources Kembali Beroperasi.



