Diduga Ambulans Lepas Kunci Tanpa Pendamping Perawat:SOP Puskesmas Angkola Sangkunur Di pertanyakkan, Dinkes Dan Bupati Tak Beri Tanggapan

LOVANEWS.COM.SUMUT
Tapanuli Selatan,
Prosedur Operasional Standar (SOP) pelayanan kesehatan di Puskesmas Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, kini menjadi sorotan tajam. Hal ini menyusul dugaan pelanggaran serius dalam proses pengantaran pasien rujukan menggunakan ambulans dinas, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan keterangan yang diterima awak media, pada Senin (20/7/2026) pengantaran pasien bayi berusia 2 bulan dari Puskesmas Angkola Sangkunur menuju RS Metta medika di Kota Padangsidimpuan. Yang menjadi sorotan, ambulans tersebut dikemudikan oleh sopir dari luar tanpa didampingi tenaga perawat sama sekali, padahal pasien adalah bayi yang membutuhkan pemantauan medis khusus selama perjalanan.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, sopir ambulans yang mengantar pasien tersebut membenarkan kejadian itu. Ia juga menyatakan bahwa keberangkatan pengantaran pasien tersebut sudah sepenuhnya diketahui oleh Kepala Puskesmas Angkola Sangkunur. Tak hanya itu, ditemukan juga dugaan kendaraan ambulans dinas tersebut diserahkan dalam kondisi “lepas kunci” kepada pihak yang bukan petugas medis berwenang.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam, karena diduga pengantaran pasien rujukan – terlebih pasien bayi – wajib didampingi tenaga kesehatan sesuai ketentuan SOP pelayanan kesehatan dan penggunaan sarana prasarana. Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan dan memberikan pertolongan pertama jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.
Awak media kemudian berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan melalui pesan WhatsApp pada Kamis (23/7/2026). Dalam pesan tersebut, awak media menanyakan konfirmasi terkait kepatuhan SOP penggunaan ambulans serta pengantaran pasien rujukan di Puskesmas Angkola Sangkunur. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan maupun penjelasan yang disampaikan.
Upaya konfirmasi juga disampaikan kepada Bupati Tapanuli Selatan melalui pesan yang sama pada hari yang sama. Dalam pesan tersebut, awak media melaporkan dugaan kelalaian Kepala Puskesmas Angkola Sangkunur yang diduga menyerahkan ambulans lepas kunci kepada pihak yang bukan petugas berwenang, serta mengantar pasien bayi tanpa pendampingan tenaga perawat.
“Assalamualaikum Pak. Izin melaporkan dugaan kelalaian Kepala Puskesmas Angkola Sangkunur yang diduga menyerahkan mobil ambulans lepas kunci kepada pihak yang bukan petugas puskesmas dalam pengantaran rujukan bayi ke RS. Metta medika Padangsidimpuan tanpa membawa pendamping perawat. Izin Pak Bupati, bagaimana tanggapannya?” tulis awak media.
Namun sama halnya dengan Kepala Dinas Kesehatan, hingga berita ini disiarkan Bupati Tapanuli Selatan juga belum memberikan tanggapan atau klarifikasi apa pun terkait dugaan pelanggaran SOP dan kelalaian tersebut.



